Páginas

Friday, December 21, 2012

Hari Ibu: Jalan Panjang Merebut Keadilan


Selamat datang 22 Desember: Hari Ibu. Tanggal ini adalah salah satu tanggal istimewa buat saya. Bukan lantaran saya telah menjadi ibu. Tapi dengan tanggal ini harus mengingatkan kita bahwa perjuangan sebagai ibu, sebagai perempuan, belum mencapai titik yang berkeadilan.

22 Desember 1928, 84 tahun silam, kesadaran akan adanya ketidakadilan itu telah membuat puluhan ibu-ibu berkumpul di Yogyakarta. Mereka menggelar Kongres Perempuan Indonesia I. Sedikitnya 30 organisasi perempuan dari Jawa dan Sumatera hadir menyatukan semangat untuk memperjuangkan perbaikan nasib perempuan.



Para perempuan itu menuntut adanya pelibatan perempuan dalam perjuangan Kemerdekaan, menolak perdagangan anak-anak dan perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi bayi dan balita, serta menolak pernikahan usia dini pada perempuan. Isu-isu yang dibahas itu ternyata masih relevan hingga kini.  22 Desember kemudian diputuskan sebagai Hari Ibu dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.

Secara historis perjuangan para ibu merebut kehidupan yang lebih adil berjalan teramat panjang dan terjal. Kongres Perempuan Indonesia menjadi babakan penting bagi kebangkitan perempuan Indonesia.

Dan, kini sudah 84 tahun. Kita masih juga menyaksikan ibu-ibu yang menjadi korban pemerkosaan, perdagangan ilegal, dan dieksploitasi. Masih banyak para perempuan yang jauh dari akses pendidikan, kesehatan dan pemiskinan.

Data-data ini membuat saya makin miris:

Tahun 2011, terjadi 119.107 kasus kekerasan pada perempuan (Vivanews, 8 Desember 2012).

Kasus perdagangan perempuan dan anak diperkirakan antara 74.616 hingga 1 juta orang per tahunnya (rehsos.kemsos.go.id, 22 April 2010).

7 ribu ibu rumah tangga tertular HIV/AIDS (Vivanews, 2 Desember 2012)

Padahal, ibu adalah tulang punggung utama yang melahirkan generasi-generasi penerus kepemimpinan bangsa. Ibu yang sehat akan melahirkan generasi bangsa yang sehat. Ibu yang cerdas melahirkan anak-anak yang cerdas.

Lalu bagaimana jika si ibu sendiri berada dalam kondisi yang serba kekurangan? Kurang pendidikannya, kurang kesehatannya, kurang kemerdekaannya?

Selamat Hari Ibu, semoga perjuangan mencapai keadilan segera terwujud!

Sumber Foto: apik-indonesia.net