Páginas

Monday, February 2, 2015

Manfaat Membuat Perencanaan Tulisan

Pernahkah Anda gagal menyelesaikan sebuah tulisan? Bisa jadi, karena Anda kurang merencanakan tulisan dengan baik.

Merencanakan tulisan adalah tahapan awal sebelum memulai menulis. Nampaknya memang sepele. Tapi banyak kasus yang muncul karena mengabaikan perencanaan. Mulai dari kegagalan menyelesaikan naskah, isi tulisan tak fokus, dan struktur tulisan melompat-lompat.
Di dunia kampus, kita diajarkan membuat perencanaan penelitian melalui proposal. Saya yang berprofesi jurnalis, wajib mengajukan perencanaan ke para redaktur untuk mengusulkan liputan tertentu. Merencanakan tulisan tak hanya berlaku untuk Anda yang ingin menulis karya ilmiah, termasuk juga bila ingin membuat cerpen dan novel.
Menulis itu ibarat kita ingin membangun sebuah rumah. Biasanya terlebih dahulu, kita menggambar desain rumah itu dalam sebuah kertas. Bagaimana bentuk rumah, berapa luasnya, berapa tingginya, di mana ruang tamu dan kamar tidurnya, hingga apa warnanya. Dari desain itu, bisa dihitung berapa lama pengerjaan dan berapa biaya yang dibutuhkan.
Begitu juga dengan merencanakan tulisan. Seperti apa isi tulisan Anda, berapa bab atau paragraf yang ingin dibuat, dan berapa lama ingin Anda selesaikan, semuanya tergantung perencanaan.
Merencanakan tulisan dimulai dengan memilih topik. Misalnya, Anda ingin menulis tentang HIV/AIDS pada kalangan ibu rumah tangga. Pecah lagi topik Anda dengan membuat semacam diagaram pohon, lalu pilih salah satunya. Semisal: penularan HIV/AIDS pada ibu rumah tangga; mencegah ibu rumah tangga tertular HIV/AIDS, mencegah ibu rumah tangga pengidap HIV/AIDS menularkan ke anaknya dan lain-lain.
Setelah Anda menetapkan batasan topik, saatnya mengembangkan ke setiap paragraf. Tuliskan ide pokok dalam setiap paragraf yang Anda buat. Hendaknya paragraf-paragraf tersebut berisi latar belakang masalah dari topik yang Anda ambil, penyebabnya, lalu tutup dengan kesimpulan. Bila akan menulis novel, Anda bisa menuliskan ide/isi cerita per babnya.
Setelah seluruh rencana paragraf telah Anda buat, silakan untuk menambahkan buku, atau artikel yang harus Anda baca untuk memperkaya isi tulisan. Anda juga bisa membuat target waktu, berapa lama Anda akan menyelesaikan tulisan tersebut. Misalnya, satu jam setiap hari akan Anda luangkan untuk menyelesaikan satu paragraf. Nah misalnya, ada 10 paragraf, maka butuh 10 hari untuk merampungkannya. Itu pun kalau Anda disiplin mematuhi target yang telah Anda tetapkan J.
Berikut ini contoh sederhana membuat perencanaan tulisan:
Batasan topik: Penularan HIV/AIDS pada Ibu Rumah Tangga
Paragraf 1: Apa itu HIV/AIDS dan bahayanya?
Paragraf 2: Berapa jumlah HIV/AIDS pada ibu rumah tangga di Indonesia?
Paragraf 3: Mengapa ibu rumah tangga rentan tertular HIV/AIDS?
Paragraf 4: Bagaimana ibu rumah tangga mengenali suami HIV/AIDS?
Paragraf 5: Bagaimana pengobatan ibu rumah tangga yang mengidap HIV/AIDS?
Selamat menulis!
Sumber foto: bukuindie.com
Dipublikasikan juga di: http://perempuanbertutur.org/merencanakan-tulisan-sepele-tapi-penting/